Penghasilan 6 Juta, Punya Rumah tanpa KPR? Bisa!!

KPR merupakan solusi untuk memiliki hunian dengan angsuran rendah dan tenor atau jangka waktu yang lama, bahkan hingga puluhan tahun. Bagi sebagian orang memilih KPR adalah pilihan bijak untuk memiliki hunian dengan angsuran yang tidak begitu memberatkan.

Karyawan

Saya bekerja untuk perusahaan swasta di Jogja sejak tahun 2016.  Sebagai pendatang, tidak butuh waktu lama untuk memantapkan niat saya hidup di Jogja. Biaya hidup yang masih terbilang murah, Susana kota yang nyaman, dan tentunya mendapatkan jodoh orang Jogja. hehee..

Bekerja sebagai karyawan dengan take home pay 6 Juta, bagi saya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di kota ini. Tetapi, untuk membeli rumah dengan penghasilan tersebut dirasa masih berat.

Rumah subdisi di Yogyakarta terbilang masih murah berkisar 150 jutaan. Bagi saya angsuran KPR dirasa kurang cocok karena berbagai pertimbangan. Antara lain angsuran yang cukup lama, luas bangunan kecil, lokasi kurang strategis, hingga kondisi bangunan yang kurang bagus.

Setelah berdiskusi dengan manajer keuangan rumah tangga, akhirnya kami memutuskan untuk memilih jalur “lain” untuk mewujudkan impian memiliki hunian tetap.

Pinjaman Dana Tunai Bank

Kami memlih untuk meminjam dana tunai dari salah satu Bank swasta, lalu uang tersebut digunakan untuk membeli Tanah.

Dengan asumsi harga hunian subsidi sekitar 150jutaan, kami lebih memilih untuk membeli tanah kosong dan membangun rumah impian sendiri. Setelah beberapa kali survey dan menemukan lokasi tanah yang cocok, akhirnya kami beranikan diri untuk mengajukan pinjaman dana sebesar 120 juta ke salah satu bank swasta di Jogja.

Biaya angsuran pinjaman tunai dari Bank tentunya lebih memberatkan dibandingkan dengan angsuran KPR. Hal ini harus kalian rencanakan dengan matang untuk mengamankan biaya hidup bulanan.

Saya meminjam dana 120juta dengan angsuran 3juta untuk jangka waktu 4 Tahun. Meskipun angka tersebut cukup besar, tapi benefit yang didapatkan di masa yang akan datang menurut saya lebih baik daripada KPR.

Hidup dengan separuh dari sisa gaji, bagi saya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tinggal bagaimana kita pintar-pintar dalam pengalokasian dana. Berikut beberapa tips untuk rencana alokasi dana bulanan :

Rekening Khusus Angsuran

Biaya angsuran adalah hal yang wajib kita penuhi setiap bulan, oleh karena itu siapkan rekekning khusus untuk proses pembayaran anguran supaya uang tersebut aman dan tidak digunakan untuk biaya diluar angsuran.

Rencana Keuangan

Setelah menerima gaji dari tempat kalian bekerja, alokasikan dana tersebut untuk kebutuhan 1 bulan kedepan. Mulai dari biaya angsuran, tempat tinggal, makan, transportasi, serta siapkan dana darurat untuk kebutuhan yang tidak terduga.

Berikut contoh rincian biaya yang saya keluarkan tiap bulan.

Rincian Biaya Bulanan
Angsuran  Rp  3,000,000
Belanja bulanan  Rp  1,000,000
Transportasi  Rp     500,000
Kontrakan  Rp     400,000
Listrik  Rp     200,000
Gas & Air  Rp     200,000
Pulsa  Rp     200,000
Dana darurat  Rp     500,000
Total  Rp  6,000,000

 

Pilih Kontrakan Murah

Memilih kontrakan harus bijak dalam masa angsuran ini, tidak usah memilih kontrakan yang terlalu mahal sehingga memberatkan biaya bulanan yang dikeluarkan.

Banyak kontrakan dengan harga terjangkau misalnya saya masih dapat kontrakan dengan harga 5juta per tahun yang layak untuk ditempati.

Masak adalah “Kunci”

Kenapa harus memasak? Karena tanpa kita sadari biaya makan di luar rumah sebetulnya cukup besar. Jika diasumsikan sehari makan di luar, pastinya uang Rp. 50.000,- tidak akan cukup.

Bandingkan dengan harga sayuran dan lauk di pasar yang jauh lebih murah. Kalian bisa memasak tiap pagi untuk sarapan dan membawa bekal makan siang di Kantor.

Beli Material Rumah

Jika ada rejeki lebih kalian bisa mulai membeli beberapa material untuk kebutuhan membangun rumah. Biasanya di beberapa toko bangunan sekitar tempat tinggal kalian bisa diajak kerja sama untuk bayar di depan.

Misalnya kalian punya uang lebih Rp. 1.000.000 ,- lalu berikan ke toko bangunan untuk membeli besi atau material lain dan akan diambil begitu kalian siap membangun rumah. Dengan begitu sama – sama saling diuntungkan, kalian bisa memiliki besi dengan harga tetap pada tahun yang akan datang, toko pun senang karena uang kalian bisa diputar lagi untuk usaha. Tentunya harus ada perjanjian jelas yang tertulis di depan.

Amankan Dana Darurat

Tiap bulan harus ada dana darurat yang sudah disiapkan dalam bentuk tunai di rumah. Dana tersebut harus benar- benar digunakan ketika diperlukan misalya untuk iuran di kampung hingga berobat.

Jadi, kalian lebih memilih mana. Beli Tanah atau memilih KPR?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *